pelitamedika.org – Kejang otot pada betis adalah salah satu masalah umum yang sering dialami oleh pelari, terutama setelah berlari dalam waktu lama atau dengan intensitas tinggi. Kejang otot ini bisa sangat menyakitkan dan mengganggu aktivitas olahraga. Di artikel ini, kita akan membahas 5 tips medis yang dapat membantu mengatasi kejang otot pada betis setelah berlari, yang saya tulis khusus untuk pembaca setia pelitamedika.org.
1. Lakukan Peregangan yang Tepat
Salah satu cara terbaik untuk meredakan kejang otot pada betis adalah dengan melakukan peregangan otot secara perlahan. Saat kejang terjadi, otot betis (gastrocnemius dan soleus) mengalami kontraksi yang tidak terkendali. Cobalah untuk memperpanjang otot dengan peregangan yang ringan. Misalnya, berdirilah dengan kedua tangan di dinding dan langkah satu kaki ke belakang sambil menekan tumit ke lantai. Tahan posisi ini selama 20-30 detik untuk memberikan kelonggaran pada otot betis yang tegang.
2. Pijat Lembut Otot Betis
Pijatan lembut pada otot yang kejang dapat membantu meredakan ketegangan dan memperbaiki aliran darah ke daerah tersebut. Gunakan jari-jari tangan untuk memijat otot betis dengan gerakan melingkar dan lembut. Teknik ini membantu melonggarkan otot yang kaku, sekaligus mengurangi rasa sakit akibat kejang.
3. Kompres Dingin atau Hangat
Penggunaan kompres dingin atau hangat dapat membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan setelah terjadinya kejang otot. Kompres dingin, seperti kantong es, dapat mengurangi peradangan dan membantu otot untuk relaksasi setelah kejang. Sementara itu, kompres hangat bisa meningkatkan aliran darah dan meredakan ketegangan pada otot yang tegang. Kamu bisa mencoba kedua jenis kompres ini secara bergantian untuk mendapatkan efek yang maksimal.
4. Konsumsi Cairan yang Cukup
Dehidrasi merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan kejang otot, terutama pada pelari. Ketika tubuh kekurangan cairan, otot menjadi lebih rentan terhadap kejang. Oleh karena itu, pastikan untuk menghidrasi tubuh sebelum, selama, dan setelah berlari. Minum air putih atau minuman elektrolit (yang mengandung sodium, kalium, dan magnesium) dapat membantu mengembalikan keseimbangan cairan dan elektrolit yang hilang selama berlari, sehingga mengurangi risiko kejang otot.
5. Pemanasan dan Pendinginan yang Cukup
Penting untuk melakukan pemanasan sebelum berlari dan pendinginan setelah berlari untuk mencegah kejang otot. Pemanasan yang baik, seperti berjalan cepat atau berlari ringan, bisa meningkatkan sirkulasi darah ke otot, sehingga otot lebih siap untuk beraktivitas. Sedangkan pendinginan dengan peregangan otot setelah berlari akan membantu otot kembali ke panjang normalnya dan mencegah kekakuan. Jangan pernah melewatkan tahap pemanasan dan pendinginan dalam rutinitas lari kamu!
Kejang otot pada betis setelah berlari memang bisa sangat mengganggu, tetapi dengan langkah-langkah yang tepat, kamu bisa mengurangi intensitasnya dan mencegahnya terulang kembali. Lakukan peregangan secara teratur, pijat otot dengan lembut, perhatikan asupan cairan, dan jangan lupa untuk selalu melakukan pemanasan serta pendinginan. Dengan begitu, aktivitas berlarimu akan terasa lebih nyaman dan bebas dari masalah kejang otot.
Terima kasih telah membaca artikel ini di pelitamedika.org. Jangan ragu untuk mengikuti tips medis lainnya yang kami sajikan di situs ini agar kamu tetap sehat dan bugar. Sampai jumpa di artikel berikutnya!